Flowers in Chania

Kemenkes: Petugas haji terkendala cuaca Arab Saudi

Ilustrasi. Sumber foto: https://bit.ly/2zNwSHF

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Eka Jusup Singka mengatakan petugas haji mengalami kendala untuk pelayanan haji karena menghadapi cuaca yang panas di Arab Saudi maka petugas perlu menjaga kebugarannya sehingga bisa memberi layanan prima.

Dilansir dari Antara, Eka di Jakarta, Sabtu (14/7), mengatakan suhu di Arab Saudi pada musim haji 2018 mencapai 50 derajat Celcius karena sedang ada di musim panas. Suhu itu tergolong tinggi jika dibandingkan suhu di Indonesia yang saat ini ada di kisaran 30 derajat Celcius.

Dengan temperatur itu petugas haji, termasuk jemaah haji, dapat terkena gangguan kesehatan "heatstroke" atau sengatan panas. "Heatstroke" merupakan kondisi darurat seseorang yang naik sangat drastis akibat terpapar suhu tinggi dan cahaya matahari dalam waktu yang lama.

Gejala umum yang menandai serangan sengatan panas seperti mual, kejang, kebingungan, disorientasi dan kadang-kadang kehilangan kesadaran atau koma. Dalam beberapa kasus sengatan panas memicu komplikasi mematikan atau menyebabkan kerusakan pada otak dan organ internal lainnya.

Untuk itu, Eka mengimbau jemaah haji dan petugas untuk banyak mengonsumsi air putih agar terhindar dari "heatstroke". Alasannya, kondisi kekurangan cairan dapat membuat seseorang mudah terkena sengatan panas.

Selain itu, dia meminta jemaah dan petugas menghindari paparan matahari langsung saat beraktivitas di Arab Saudi. Kecuali saat menggunakan ihram, jemaah dan petugas dapat menggunakan penutup kepala atau sejenisnya untuk menghindarkan kontak langsung dengan cahaya Matahari.