Peran Penting Tenaga Kesehatan Dalam Menurunkan Angka Kejadian Triple Burden Disease Di Indonesia

 Foto : Dok FIt Radio Bandung

Redaksi : OLIN

Masalah kesehatan di Indonesia yang masih dihadapi sampai saat ini adalah masalah Triple Burden Disease dimana Indonesia masih dilanda penyakit infeksi, penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit yang seharusnya sudah teratasi. Penyakit menular di antaranya ISPA, TBC, dan HIV/AIDS. Sedangkan penyakit tidak menular di antaranya hipertensi, diabetes, dan stroke. Mengutip data Global Burden of Disease 2010 dan Health Sector Review 2014, kematian yang diakibatkan PTM, yaitu stroke menduduki peringkat pertama. Sementara penyakit yang seharusnya bisa dicegah, salah satunya melalui imunisasi, di antaranya polio, campak, dan rubella. Bahkan, angka kematian ibu, bayi, hingga gizi kurang dan gizi buruk sebenarnya sudah bisa diantisipasi.

Foto : Dok FIt Radio Bandung

Koordinator Pendidikan dan Pelatihan Persatuan Perawat Nasional Indonesia ( PPNI ) Kota Bandung, Cucu Rumijati, memaparkan penyebab berbagai macam penyakit tersebut bisa terjadi di Indonesia, "Makin ke sini berbagai penyakit itu makin banyak diidap masyarakat karena faktor gaya hidup," dalam Seminar Kesehatan yang diselenggarakan oleh Fit Radio Bandung di Gedung RSP UNPAD, Bandung, Sabtu (15/12/2018).

Menurut dr. Yorisa Sativa selaku Wakil Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Wilayah Jawa Barat yang juga menjadi pemateri dalam seminar ini, salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian Triple Burden Disease ini adalah dengan melaksanakan program Gerakan Masyakarat Hidup Sehat atau GERMAS dan Pendekatan Keluarga yang dilakukan oleh sektor kesehatan di pusat dan daerah, lintas sektor terkait,  organisasi profesi, akademisi, lembaga sosial kemasyarakatan, media massa, dunia usaha , mitra  pembangunan dan peran serta masyarakat.

Sejalan dengan pemaparan tersebut, Cucu juga menyampaikan hal yang serupa, bahwa untuk mengubah keadaan masalah kesehatan ini, tentu diperlukan kerjasama dari berbagai sektor kesehatan, terutama Tenaga Kesehatan. Tenaga Kesehatan memiliki peran penting untuk menyadarkan masyarakat untuk melakukan langkah-langkah pencegahan terjadinya masalah Triple Burden Disease terutama para Tenaga Kesehatan yang berada di Puskesmas atau Posyandu. Sayangnya masih banyak Tenaga Kesehatan di Puskesmas atau Posyandu yang kurang dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

Kendala dalam sosialisasi masalah Triple Burden Disease bukan hanya dari internal Tenaga Kesehatan saja, namun masalah eksternal juga menjadi kendala dalam penyampaian pencegahan masalah kesehatan tersebut. Menurut Cucu, Tenaga Kesehatan juga kerap menyampaikan keluhannya terkait upaya penyuluhan ini, salah satunya adalah mereka kerap mendapat penolakan dari masyarakatnya sendiri. Alasannya beragam, mulai dari malas berurusan, takut dimintai sejumlah uang, hingga takut mengetahui penyakit yang dideritanya. Hal inilah yang menjadi tantangan bagi para Tenaga Kesehatan baik para pelaku penyuluhan ataupun para pembuat kebijakan untuk mencapai target Indonesia bebas Triple Burden Disease.

Dalam seminar yang ditujukan bagi Tenaga Kesehatan ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari berbagai profesi kesehatan. Selain perawat, bidan, dan tenaga penyuluh, seminar ini juga dihadiri peserta yang masih Mahasiswa di jurusan kesehatan. Menurut General Manager Fit Radio sekaligus panitia seminar tersebut Hilman Sobara, seminar ini memang sengaja digelar sebagai edukasi bagi para tenaga kesehatan, di antaranya perawat dan bidan. Harapan besarnya, mereka diharapkan menjadi ujung tombak untuk mengatasi triple burden di masyarakat.